Gangguan Jiwa pada Remaja Jaman Now

Seseorang dengan gangguan mental bisa tampak baik-baik saja. Namun, ketika sendiri, mereka bisa merasakan kecemasan dan putus asa. Menurut Direktur Eksekutif National Alliance on Mental Illness (NAMI), Mary Giliberti, ada 1 dari 5 remaja mengidap kondisi gangguan mental seperti dilansir dari name.org. Tapi hanya kurang dari setengahnya yang mencari bantuan.

Tema ini menjadi topik pada Talkshow dalam rangkaian acara menyambut Dies Natalis Akademi Kebidanan Kartini Bali XIII. Talkshow yang dilaksanakan di Aula Akademi Kebidanan Kartini Bali pada tanggal 3 Nopember ini mengambil tema “Gangguan Jiwa pada Remaja Jaman Now”. Pada kesempatan ini dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.Kj menjadi narasumber dengan moderator Ibu Ni Made Darmiyanti, S.ST., M.Keb. Peserta talkshow bukan hanya mahasiswa Akademi Kebidanan Kartini Bali namun juga mengundang siswa-siswa SMA/SMK se-Bali untuk berpartisipasi dalam acara ini.

Talkshow yang berdurasi kurang lebih dua jam ini, diawali dengan acara pembukaan, lalu pemaparan materi dari dokter Rai, diskusi dengan peserta talkshow, dan diakhiri dengan pembagian doorprice. Dalam pemaparannya, dokter Rai membagikan kuisioner kepada peserta untuk screening gangguan jiwa. Kuisioner ini bertujuan untuk menilai keadaan diri sendiri, dan bukan untuk menjudge apalagi membully hasil penilaian ini. Mengenali kondisi pribadi merupakan hal yang penting untuk mencegah terjadinya gangguan jiwa terutama pada remaja yang jiwanya masih labil.

Acara diakhiri dengan pembagian doorprice yang ditunggu-tunggu oleh peserta. Dooprice yang diberikan beragam dari sponsor acara, mulai dari Diva, Tupperware, RS. Prima Medika, dan PT. Manik Tribuana. Jaya terus Akbid Kartini Bali.